

Pada 28-29 November 2023, Pusat Kajian Sistem Informasi telah menyelenggarakan literasi keuangan untuk UMKM Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Keerom. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Keerom memprioritaskan UMKM milik OAP sebagai peserta kegiatan literasi keuangan ini. Hal itu karena saat ini masih banyak UMKM milik OAP yang belum bisa mengakses pembiayaan bank sehingga bisnis mereka masih sulit berkembang. Hari pertama literasi keuangan dilaksanakan di Aula Gedung Bupati Keerom dengan cara yang unik yaitu mengajak seluruh peserta untuk merenungi apakah selama mereka menjalankan usaha bertahun-tahun sudah terjadi perkembangan dan apakah kesejahteraan sudah meningkat.
Literasi keuangan tersebut dipandu oleh tim FEB UGM yang diketuai oleh Ibu Arika Artiningsih S.E., M.Acc., M.Com., M.Res., Ph.D dengan anggota Sudiana Sasmita, Anggit Firmansyah, Nadya Windy Putrie, dan Firdaus Kurniawan. Setelah pertanyaan tersebut terjawab, peserta diperkenalkan dengan dasar akuntansi dan memberikan ilustrasi transaksi berdasarkan bisnis yang dilakukan oleh peserta seperti berjualan inang dan beternak.
Pada hari berikutnya, literasi keuangan dilaksanakan di Aula Hotel Grand Arso dengan mengajak peserta untuk melakukan pencatatan transaksi ke dalam SIDEK-ERP menggunakan smartphone masing-masing peserta. Pada sesi ini antusiasme peserta meningkat karena mereka menyadari bahwa transaksi yang sehari-hari sudah dilakukan dapat dibukukan. Selain itu, peserta juga merasa mudah menggunakan SIDEK-ERP karena hanya perlu memilih nama transaksi dan mengisi nilainya. Salah satu peserta yang merupakan pemilik UMKM kerajinan tangan menyampaikan:
“Dengan ada pembinaan-pembinaan seperti ini saya jadi lebih semangat lagi untuk membuat kerajinan tangan. Walaupun saat ini belum ada pencatatan, kedepannya saya akan catat supaya dapat akses modal untuk kembangkan usaha kerajinan tangan saya ini.”
Pencapaian yang diperoleh dari kegiatan literasi keuangan yaitu UMKM OAP dapat memahami pentingnya untuk menjaga keberlanjutan usaha. Selain itu, para pelaku UMKM termotivasi untuk menjalankan dan mengembangkan usaha karena terdapat harapan untuk mengakses pembiayaan ke bank.